Ceracau Awan

Beberapa tangan diciptakan untuk tidak saling menggenggam. Bahkan, ada beberapa tangan yang diciptakan untuk saling menikam. Langit sedang dipenuhi keraguan ketika kau dan aku memutuskan untuk terlibat dalam perbincangan. Sudah lama tak bertemu, katamu. Sudah lama tak terganggu, kataku. Pertemanan kita memang unik. Keakraban kita terbangun seiring rasa yang kerap menyajikan rintik. Sejak pertama kali…

Metekohy

Ada beberapa hal yang ingin kubunuh secara perlahan, seperti keinginan menulis, kemampuan membaca, hingga keinginan menjalin rasa. Tetapi, akan jadi apa aku tanpa membaca dan menulis? Jika sejak awal aku tak menumpahkan rasaku dalam tulisan, mungkin kau sudah menemukanku terbakar di pinggir pemakaman; terkulai lemas karena rongga dada yang meledak. Setelah bertahun-tahun, menulis menjadi sepenting…

Terhujani Api

Aku pernah melakukan kesalahan fatal; membuat beberapa orang menganggapku sebagai pemuda nakal. Padahal, jika aku tak salah ingat—dan tak terlalu angkuh untuk menerka kembali—, sebenarnya kesalahanku itu hanya kulakukan satu kali. Tetapi inilah dunia. Sekali saja seorang manusia bertindak sesukanya, maka tindakan itu akan terekam dalam kepala manusia lainnya. Aku tak bisa menyalahkan manusia lainnya.…

Bulan Ramadhan dan Kau

Ingatanku melayang pada tahun 2012; tahun di mana bulan Ramadhan punya arti khusus untukku. Saat itu, aku harus berusaha untuk terus mengingat beberapa hal; waktu sahur, ucapan berbuka puasa, hingga pertanyaan seperti “kau sudah makan atau belum?” Karena pertanyaan seperti itu selalu terlontar secara tiba-tiba; mengarah padamu yang jelas-jelas sedang berpuasa. Aku memang tidak menjalankan…

Tulisan Sangat Singkat: 2806

Akhir-akhir ini, ungkapan “Yang fana adalah waktu, kita abadi,” dari Om Sapardi terdengar klise. Karena sesungguhnya, hanya kau yang abadi dalam larik puisi. Sedangkan aku, terbakar habis di sayap mentari. — Dionisius Dexon

Aku, Bentangan Kilometer, dan Sakit Kepala

Sungguh, perjalanan ini terlalu manis untuk dilewatkan. Walau hanya diisi oleh debu jalanan, kekhawatiran akan habisnya bahan bakar, hingga sakit kepala yang tak kunjung reda, perjalanan ini masih terasa manis. Karena ketika lelahku mulai memasuki lubang duka, wajahmu terlintas dalam kepala; menggores kembali ruang kosong yang sudah lama tak kuketahui kondisinya. Perjalanan ini mungkin tak…