Terima Kasih, 2015

2015 telah mengajarkanku banyak hal. Kalau boleh kusimpulkan, pelajaran yang paling mengagumkan adalah bagaimana caranya merelakan.

Ya, banyak sekali yang perlu direlakan di 2015 ini. Waktu yang terbuang sia-sia, kesempatan emas yang terlewatkan, kondisi tubuh yang memang tidak bisa diajak kompromi, kehilangan teman karena keadaan, dan yang paling berat, merelakan seseorang yang kucintai.

Mungkin lebih tepatnya, tema pada tahun 2015 ini untukku adalah ‘mengikhlaskan’.

Mengikhlaskan memang bukan sesuatu yang enak. Tidak nikmat. Tidak dihiasi senyum pada setiap kasusnya. Tapi, aku sadar kalau tahun ini diriku sedang dikuatkan.

Dan jika aku boleh memandang dari sudut yang berbeda, 2015 memberikan banyak jawaban.

Tahun ini, aku semakin tahu siapa orang-orang yang masih setia bersamaku dalam keadaan sulit. Aku jadi tahu siapa saja orang yang selama ini membantu dengan ikhlas. Aku jadi tahu siapa yang pantas untuk kuperjuangkan. Akujadi tahu apa yang harus kuubah dari diriku untuk tahun selanjutnya. Dan, aku pun jadi mengerti kalau hidup tidak selamanya seperti yang kuinginkan. Karena keinginan manusia dan keinginan Tuhan tidak sepenuhnya sama.

Aku benar-benar dikuatkan.

Salah satu hal yang membuat diri seseorang menjadi kuat adalah merelakan apa yang sebenarnya tidak ingin ia relakan.

Terima Kasih, 2015. Terima Kasih atas semua pelajarannya. Tolong sampaikan kepada 2016 untuk terus mengajariku banyak hal sepertimu nantinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s