Music Time: Review Album Blink-182 “California”

Yep! Pada tanggal 1 juli kemarin, band crappy punk rock asal California, Blink-182 telah merilis album terbarunya berjudul “California”.

Ini adalah salah satu album yang gue tunggu tahun ini selain album baru Green Day yang dikabarkan sedang dalam proses. Selain karena gue memang sudah ngefans dengan Blink sejak gue SMA, ada hal lain yang membuat gue sangat menunggu album baru Blink ini, yaitu masuknya Matt Skiba sebagai personil resmi setelah dikeluarkannya Tom DeLonge dari band (secara paksa).

Ada banyak opini mengenai pemecatan Tom DeLonge, tapi gue nggak mau bahas itu disini. Disini gue akan mencoba mereview album baru Blink dari sudut pandang gue sendiri. Bagi yang belum mendengarkan lagu-lagu di album California, kalian bisa cek di YouTube Blink-182: klik.

Artwork California – Sumber

Ok, berikut adalah review gue untuk album California.

Album ini dibuka dengan lagu berjudul Cynical. Gue rasa ini adalah lagu pembuka yang pas, diawali dengan suara Mark Hoppus yang lembut, kemudian dikagetkan oleh permainan drum Travis Barker, lalu disempurnakan oleh suara Matt Skiba yang menurut gue sangat baik. Good song.

Lagu kedua, Bored to Death. Lagu ini menjadi single pertama California. Menurut Mark, lagu ini yang paling menggambarkan Blink dan album California. Salah satu bagian yang gue suka di lagu ini adalah di bagian bridge, suara vokal Mark setelah chorus kedua.

Ketiga, She’s Out of Her Mind. Lagu ini punya intro yang paling asik di antara lagu-lagu di album California. Catchy, lovely, dancing-able. Simple tapi asik.

Keempat, Los Angeles. Ini lagu yang menurut gue paling menghentak di album California. Suara vokal Mark dan Matt di verse pertama jadi salah satu kekuatan lagu ini. Ditambah lagi, setelah dihentak dengan keras di bagian chorus, muncul suara vokal Mark di bagian bridge menenangkan suasana, yang kemudian dihentak lagi oleh vokal Matt Skiba setelah itu. Great one!

Kelima, Sober. Gue suka lagu ini secara lirik, karena ada bagian mengenai bike messenger, yaitu pekerjaan Matt Skiba saat muda dulu. Yang bikin gue bosen, terlalu banyak “Na na na na”di lagu ini.

Keenam, Built This Pool. Haha. Lagi-lagi Blink membuat lagu yang memang (gue rasa) bertujuan untuk bercanda. Pas pertama gue denger lagu ini, respon gue adalah “Hah? Udah? Gitu doang?”. Maklum, cuma 16 detik.

Ketujuh, No Future. Gue nggak bisa bohong, gue suka vokal Matt Skiba di lagu ini. Sayangnya, gue ngerasa perpindahan dari verse ke chorusnya terlalu kasar. Kurang pas, kurang enak di kuping. Ditambah lagi, terlalu banyak “Na na na na” (lagi) yang faktanya tidak seenak di All The Small Things.

Kedelapan, Home Is Such A Lonely Place. Salah satu lagu yang memberikan efek ‘tenang’ di album California. Selain karena aransemen lagunya, gue suka lagu ini karena punya makna yang menurut gue sangat romantis. Coba nyanyiin lagu ini ke pacar pas dia lagi ngambek. Pacar ya, bukan mantan.

Kesembilan, Kings of the Weekends. Satu komentar singkat dari gue untuk lagu ini: Thank god for punk rock!

Kesepuluh, Teenage Satellites. Oh, Matt Skiba, vokalnya lagi-lagi membuat nyaman telinga. Ini adalah salah satu lagu yang gue suka di album California. Selain (lagi-lagi) karena vokalnya Matt Skiba, gue suka lagu ini karena liriknya. Lirik di bagian chorus berhasil membuat gue membayangkan situasi luar angkasa. “Let’s spin apart while racing through the atmosphere.”

Kesebelas,

Bentar, gue minum dulu.

Kesebelas, Left Alone. Entah kenapa, gue nggak begitu menaruh perhatian pada lagu ini. Sampai saat ini, gue belum nemuin kekuatan di lagu ini jika dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya di album California.

Keduabelas, Rabbit Hole. Lagu ini entah kenapa berhasil membuat gue inget sama masa-masa emas Blink. Ada beberapa lirik menarik yang gue temui di lagu ini.

Ketigabelas, San Diego. Akhirnya, ini adalah salah satu lagu jagoan gue di album California. Pertama kali gue denger lagu ini, gue ngerasa kalau lagu ini punya semangat yang paling kuat. Liriknya pun lirik-lirik yang diangkat secara personal. Dari awal gue kenal musik punk, gue emang suka dengan lirik-lirik yang modelnya seperti ini.
One way ticket, the Cure, favorite songs in the parking lot, wow! that’s good. Brilliant. Gue merasa lagu ini hidup, dan ternyata, menurut produser album California, lagu ini dibuat oleh Mark untuk Tom. Mungkin itu yang membuat lagu ini sangat hidup. Jadi sedih bahasnya.

Keempatbelas, The Only Thing That Matters. Salah satu lagu bertempo cepat, dengan lirik di bagian chorus yang sangat simple. Tapi enak.

Kelimabelas, California. Sebuah lagu lembut yang dibuat untuk California. Jelas. Tapi menurut gue, soul-nya masih kalah dengan Home Is Such A Lonely Space.

Keenambelas, Brohemian Rhapsody. Awalnya gue kira Blink mau meng-cover lagu ‘Bohemian Rhapsody’-nya Queen. Atau kemungkinan lain, Blink mau membuat lagu parodi untuk ‘Bohemian Rhapsody’. Kenyataannya, zonk. Lagu ini hanya 30 detik, diawali dengan intro yang sangat oke, dan diselesaikan dengan sepenggal lirik yang menurut gue nggak penting-penting banget. Intinya, this is another joke song. Hahaha. Entah memang disengaja atau tidak, penempatan lagu ini sebagai penutup album malah membuat membuat akhir album menjadi menggantung. Haha.

Sebenarnya ada lagu ketujuhbelas, yaitu Hey, I’m Sorry. Lagu tersebut merupakan bonus track untuk album California di yang diedarkan di Jepang. Gue nggak akan bahas lagu tersebut karena gue belum dengar lagunya, ditambah lagi, lagu tersebut bukan inti dari album California.

Secara keseluruhan, gue berpendapat bahwa album California lebih dari ekspektasi gue. Gue sempat mengira-ngira bagaimana isi dari album baru Blink setelah Tom digantikan oleh Matt Skiba, dan ternyata hasilnya jauh lebih baik dari yang gue bayangkan, walaupun gue merasa terlalu banyak “Na na na” dan “Whoa Oh Oh” di album ini. Lima lagu andalah di album ini (menurut gue) adalah Los Angeles, Home Is Such A Lonely Place, San Diego, Teenage Satellites, dan She’s Out of Her Mind.

Blink-182 – Sumber

Bagaimana peran Matt Skiba? Ia berhasil memberikan warna baru lewat vokal dan juga caranya dalam menulis lagu. Suara Mark pun sampai saat ini tidak berubah. Travis? jangan ditanya.

Di tengan pro dan kontra akan keluarnya Tom, gue disini tetap setia sebagai fans Blink-182. Jika memang Mark dan Travis setuju Tom digantikan oleh Matt Skiba, silahkan saja. Gue juga salah satu fans Tom DeLonge yang tumbuh dengan lagu-lagu yang ia buat, tapi gue tetap mengargai semua keputusan yang terjadi di Blink. Blink harus tetap berjalan.

Blink-182 for life!

Dion Dexon – @diondexon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Music Time: Review Album Blink-182 “California”

  1. Sependapat bro dengan saya kebanyakan na na na dan whoa oh oh (apalagi lagu sober) favorit track saya yaitu teenage satellites,kings of the weekend dan los angeles

    Suka

  2. Dan tidak sia-sia Tom dipecat hingga akhirnya mendapatkan penghargaan Grammy Awards untuk kategori Best Rock Album

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s