Untuk Sahabat & Mereka Yang Lupa Daratan

Layaknya cuaca, orang bisa cepat berubah.

Sedih rasanya, melihat orang yang sudah lama kukenal, sahabat, berubah karena suatu penyakit. Penyakit  yang ia sebut cinta.

Cinta seperti obat-obatan. Bahaya dikonsumsi berlebihan. Overdosis.

Juga seperti narkoba, sekali terlarut, akan lupa segalanya.

Dan kurasa, sangat tidak sehat jika cinta pada seorang manusia, lebih besar daripada cinta pada sang Pencipta.

Sangat tidak bisa dicerna, jika sebuah cinta pada seorang manusia, bisa membuat lupa akan adanya cinta pada keluarga dan sahabat yang sudah lebih dulu mereka rasakan.

Emosiku malam ini, terlontar keluar karena ada banyak sekali rasa kesal yang kutahan. Perasaanku sudah berhasil membendung semua amarah dalam waktu berminggu-minggu, dan malam ini, sudah tidak mampu membendung lagi.

Tulisan ini adalah pelampiasan rasa kesal dariku dan (mungkin) juga sebagian orang yang senasib denganku.

Tak pernah kusangka, ternyata orang terdekatku akan terjebak dalam cinta yang memenjarakan. Ia seperti kehabisan nafas jika tidak setiap saat bersama pacarnya.

Ingatlah, cinta kepada seseorang bukan berarti hidupmu terus-menerus tentangnya.

Cinta juga bukan berarti dipenjarakan dalam batasan-batasan yang dibuat oleh orang yang kau cintai.

Apalagi jika seseorang yang kamu cintai itu, menjauhkanmu dari apa yang kamu miliki selama ini. Menjauhkanmu dari semua hubungan dengan orang-orang yang sudah bersamamu dengan tulus.

Semua kemesraan yang disebar di media sosial juga tidak menunjukkan seberapa besar cintamu pada seseorang yang kamu cintai itu. Memamerkan setiap langkah hubungan kepada publik bukanlah hal yang berguna. Apalagi ketika sedang bertengkar.

Publik tidak perlu tahu. Bahkan publik tidak mau tahu. Sekalipun publik tertarik ingin tahu, mereka hanya tertawa ketika melihat hubunganmu berada dalam kondisi yang tidak baik.

Jika bagimu cinta terhadap seorang pacar harus terus-terusan disebar di media sosial, bagiku tidak.

Karena cinta tidak seremeh itu.

Cinta adalah keadaan yang membuatmu ikut berkembang, bukan menjadi bagian dari perbudakan.

Cinta adalah saling membiasakan, tanpa perlu membuat batasan-batasan yang akhirnya memenjarakan.

Dan cinta, tidak akan membuat seorang sahabat lupa daratan, tetapi terus menguatkan untuk berpijak.

Jika kamu lupa daratan, meninggalkan semua sahabat dan keluargamu karena cinta yang kamu miliki terhadap seorang lawan jenis, cepatlah turun.

Kamu tidak punya banyak waktu untuk terus lupa daratan.

Karena suatu saat kamu akan sadar. Ketika kamu terkena masalah dan kembali ke daratan, kamu sudah kehilangan orang-orang yang bersamamu sejak dulu.

Jadilah bijak, jangan menjadi buta. Jangan menjadi tuli. Semua indera tetap milikmu, bukan miliknya. Begitu juga isi kepalamu.

Dan malam ini, kunyatakan aku sudah tidak peduli terhadap sahabatku dan mereka yang lupa daratan.

The Simpsons episode 8 season 20 20x08 hopping

VIA GIPHY

Cukup sudah mengajak mereka dalam segala hal. Cukup sudah bercerita pada mereka.
Aku tak mau lagi melibatkan mereka.

Aku akan membiarkan mereka sadar dengan sendirinya.

Dan untuk kali ini, aku pun akan berusaha tegas dan tidak mudah luluh jika seorang sahabat yang sudah lupa daratan, terkena masalah dan kembali. Aku tidak perlu lagi mengedepankan rasa peduli.

Karena pada akhirnya aku, dan kita semua (yang ditinggal oleh mereka) harus sadar, bahwa kepercayaan, cinta, dan juga persahabatan, tidak punya arti seremeh itu.

Selamat tinggal, sahabat. Semoga kamu ingat daratan.

Dionisius Dexon – @diondexon

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s