Aku Tidak Baik-Baik Saja

Malam ini, aku kembali terduduk dan terus bertanya.
Mengapa kita harus saling bertatapan kembali?

Aku tidak bisa menyalahkan perpustakaan kampus yang membuat kita saling menyadari. 
Aku juga tidak bisa menyalahkan kantin kampus yang membuat kita saling membuang pandangan.
Apalagi menyalahkan hari rabu yang telah membuat kita bertemu dengan canggung.

Sebenarnya, aku biasa saja.
Tak pernah terlintas di pikiranku untuk menghubungimu kembali.
Komunikasi terakhir kita adalah saat kakekku meninggal.
Komunikasi yang terbalut rasa sedih.

Kini aku menjadi kuat.

Aku tak lagi bergantung pada harapan akan datangnya semangat darimu.
Tak lagi.
Dan semoga, memang takkan pernah lagi.

Aku mengerti bahwa memang ada sesuatu yang harus usai.
Bahkan sebelum sesuatu itu benar-benar dimulai.

Aku juga seharusnya sadar, kita hidup dengan gaya yang berbeda.
Kamu yang setiap hari makan di KFC, pasti tidak cocok denganku yang masih terus bergantung pada warung nasi.
Kini aku telah menerima perbedaan itu dengan baik, sebagai hasil berdamai dengan diriku sendiri.

Satu hal yang harus benar-benar kita pahami.
Tidak akan ada yang baik-baik saja setelah cinta tak terbalas.
Yang ada hanyalah keinginan untuk lupa ingatan secara instan.

Jadi, biarkan aku mengambil sebuah kesimpulan.
Kamu hadir hanya untuk memberiku sebuah pelajaran tentang merelakan.

Dan aku, hadir untuk memberimu kenyataan, bahwa ada seorang laki-laki, yang mengerti bagaimana melakukan sebuah pengorbanan.

– 7 Oktober 2016

 

Iklan

18 pemikiran pada “Aku Tidak Baik-Baik Saja

  1. Kadang suka gak bisa berkata-kata kalo abis baca yg beginian._.
    Paragraf kedua yang menyertakan keterangan tempat, itu entah kenapa bikin gw ikut ngebayangin kondisinya juga.
    Btw gw dah pernah mampir kesini belom ya sebelumnya? Gw juga suka nulis beginian soalnya hehe
    Salam kenal yaa 🙂

    Suka

  2. Sayangnya, kadang si Dia tidak merasakan bahwa kita hadir untuk memberikan pengorbanan blablabla. Nggak. Cinta yg tak terbalas itu artinya bagi Dia, kita tidak sebegitu berartinya. Bagi Dia, mungkin kita hanyalah sebutir debu di alas kakinya, yg kelak bakal hilang ditelan waktu.

    Suka

    • Hehehehe. Setuju. Di matanya, kita hanyalah orang yang tanpa arti. Begitu.

      Btw, itu fotonya CM Punk, ya? Gue salah satu orang yang ngefans dengan CM Punk. Nggak cuma karena cara di bergulat, tapi juga karena dia straight edge dan punya banyak teman di scene punk. Sayang sekali, dia pindah ke UFC.

      Suka

  3. Cinta itu emang rumit. Atau manusianya aja yang memperumit cinta. Kadang ada banyak alasan dan ketakutan untuk seseorang enggan membalaskan cinta. Terkesan jahat kalo hanya dilihat dari satu sudut pandang.

    Kenapa harus diperumit atas nama cinta? Kenapa gak dijalani senyamannya aja. Ehehehehe aku ngomong apaan ya?

    Tapi kak, apapun pengorbanan kita. Cinta itu harusnya ikhlas. Benar benar ikhlas, sehingga ketika tidak terbalas, kita tidak akan merasakan sakit dan kehilangan. Sebab dari awal memang suda ikhlas tanpa mengjarapkan pamrih

    Suka

    • Yap, betul. Sebenarnya saat tahu bahwa cinta ini tidak terbalas, semuanya biasa saja. Hanya menjadi canggung, agak susah untuk bertemu, bahkan ya ada kecewa, sih.

      Intinya, sudah ikhlas.

      Dan ada satu hal yang paling kusuka ketika ditolak cinta: aku jadi punya waktu untuk berdamai dengan diri sendiri. Melihat kembali ke dalam diri, dan melakukan perbaikan.

      Cieh.

      Suka

  4. Waaahhh ini kok latar comment box-nya lucu ya gambar surat? Ih jadi pengin deh 😀 eh, kenapa malah bahas comment box ya? Ah, nanti dimarahin Tebe. Eh tapi beneran loh lucu. Di platform blogger bisa nggak sih?

    Aku bingung mau komentar apa sih tentang tulisan ini. Aku udah lama nggak baca tulisan-tulisan model begini jadi rasanya canggung. Padahal dulu seneng banget nulis beginian.

    Entah ini hanya tulisan puitis atau curhat, yang jelas cinta bertepuk sebelah tangan itu memang nggak enak. Kadang rasanya pengin menyalahkan si objek, tapi kita nggak bisa juga maksain perasaan orang lain. Jadi hal yang paling penting dari cinta bertepuk sebelah tangan sih memang merelakan. Kecuali kalo memang kamunya belum mengungkapkan, pasti masih ada harapan.

    Suka

  5. Maaf yaa… kok gue ngakak pas baca KFC…

    Keren tulisannya bikin baper… dapet salam dari temen sebelah gue yang baca tulisan ini karena ngerasain hal yang sama… Cuma ya itu masalahnya, kayaknya dia belum bisa menerima deh!

    Setuju sama komentar di atas kalo belum ngungkapin masih ada kesempatan, kalo emang ngga diterima bukan berarti hidup kita berhenti. Mending kejar mimpi apalagi lu juga masih muda kan… hehehe

    Suka

  6. Cinta…cinta…
    gak ada habis-habisnya, kehidupan ini bergantung sama cinta, tapi kadang, cinta itu rumit ya, butuh dua pendapat yang sepaham, butuh keikhlasan buat merelakan sesuatu karna cinta.

    Intinya ini tulisan galau kan.

    Suka

  7. Hmm ….

    Setiap pertemuan dan perpisahan itu buatku, selalu ada maksudnya kok. Beruntung kalau perbedaannya udah dirasakan sejak awal. Sebab berubah agar disukai seseorang itu lebih melelahkan daripada merelakan sesuatu yang terlalu sulit disamakan.

    Suka

  8. Hidup ini rumit kalau udah bahas cinta, ada yang cintanya inilah ada yang cintanya itulah, dan ini masuk yang ga enak. Apalagi cinta ta berbalas, kita mau sama dia tapi dianya engga, mau suka sama yg suka kita tapi masih suka dia. Hah suka-suka kita menjalani hidup ajalah, yang penting bahagia 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s