Tulisan di Tengah Hujan

Hujan.
Ada banyak hal yang dapat kubicarakan mengenai hujan.
Tetapi kali ini, aku hanya akan membicarakan sebagian.

Hujan berhasil membuatku menunggu.
Terlebih karena ia konsisten menurunkan airnya dalam volume besar.
Sepertinya, awan sedang tidak mendukung rencanaku hari ini.

Aku tidak ingat kapan aku pernah bertengkar dengan awan.
Aku juga tidak ingat kapan aku pernah menyakiti hujan.
Hanya saja, aku merasa telah diberikan sebuah balasan.
Dan aku terpaksa menerimanya.

Aku bukanlah pengendali cuaca.
Aku juga bukan pencipta fatamorgana.
Aku hanya anak manusia yang mencoba menjadi lebih baik setiap harinya.

Mungkin hujan telah memberiku petunjuk untuk merenung.
Menggenapi beban yang sampai saat ini masih kusimpan sendiri.
Beban yang sebagian hanya bisa kutumpahkan pada beberapa lembar kertas.

Wahai hujan, bisakah kita berdamai kali ini?

Untuk kali ini saja, aku ingin bersama anak manusia yang ingin kuantarkan hatinya.

Mungkin nanti aku akan membuat kesalahan.
Mungkin aku juga akan dipermalukan.
Tapi itulah inti dari sebuah kenyataan.

Aku sadar bahwa aku harus hadapi apapun yang ada di depan mata.
Entah nyata atau fana.

Ada banyak sekali orang yang hidupnya diberikan kemewahan.
Terlindung dari segala kemungkinan cuaca yang menerpa.

Untungnya, aku tidak seperti mereka.

Aku bersyukur masih harus berharap pada hujan.
Dan menyadari bahwa aku hanyalah hal kecil di antara megahnya dunia.

Hujan, bagiku, adalah saat dimana seorang manusia yang rendah hati, mencoba untuk merenungi dirinya sendiri.
Terlebih ketika ia sedang sendiri.

Hujan, terima kasih telah membuatku mengalah kali ini.

– 15 Oktober 2016, pukul 13.30, di depan Posyandu Perumahan Graha Harapan

Iklan

10 pemikiran pada “Tulisan di Tengah Hujan

  1. Wuuih, puisinya terkesan kalem….hehe. Ditulis langsung juga di bawah terpaan hujan….hehe

    Iya hujan memang terkadang menyebalkan karna selalu menghentikan aktivitas kita, tapi itu rahmat tuhan. Iya jadi kita jangan menghujat hujan

    Suka

  2. Diksinya pecah banget.. Banyak kalimat yang gue suka di puisi ini. Nice! bro…

    Cuman, lagi-lagi yg selalu jadi problem gue adalah menilai isi keseluruan puisi atau sajak ini. Entahlah. Apa benar bahwa sajak haya bisa dimengerti oleh penulisnya sendiri?

    Kalo gue sih, mikirnya ini ceritanya pengen ngater cewek gitu. Ke suatu tujuan, terus terjebak hujan dan ingin melawannya, tapi tak mampu.

    Bener gak, sih? Semoga nggak salah. XD

    Suka

  3. Menurut gw, puisi, cerita, tulisan, curhatan atau apapun itu yang berhubungan dengan hujan akan selalu punya daya tarik masing-masing, karena tiap hujan juga membawa kisah masing-masing untuk orang-orang yang terutama dilanda rindu..eakkk
    Tulisan ini keknya maknanya dalem, tapi gw kurang paham.. mungkin bener kata Pange, cuma penulisnya yang tau apa maknanya…

    Suka

  4. Wah, kreatif sekali. Di kala berteduh karena hujan bisa nyiptain sebuah puisi tentang hujan. Ngomong-ngomong, kayaknya lo ini berteduh gak sendirian, ya? Ada seseorang juga yang berteduh. Kayaknya sih pacar, nih. 😀

    Intinya sih bagus puisinya dan gue suka. Suka sama tulisannya, ya. 😀

    Suka

  5. Banyak kalimat yang gue suka banget disini. Pecah bro! :)))

    Lo lagi sama seseorang yang lo sayang ta, makanya bisa buat puisi kayak gini. Klo dia liat pasti kejang2 gak jelas karena terpesona. Ehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s