Ada Sesuatu yang Selesai

img_20160514_092619

Akhirnya waktu berpihak padaku. Atau mungkin, ia memang sudah seharusnya menyetujui perjumpaan dua anak manusia yang sudah satu tahun ini bercerita. Siapa lagi dua anak manusia itu kalau bukan aku dan kamu. Spesies yang berasal dari planet yang berbeda.

Aku masih susah mendefinisikan perkenalan yang telah kita alami. Aku bahkan masih membantah bahwa relung ini sangat mudah untuk kau singgahi. Jika aku boleh meminta, maka aku akan meminta hari ini berjalan dengan renta. Membiarkan lebih banyak kata yang terlepas dari ragaku. Membiarkan lebh banyak senyum tipis yang tercipta dari hatimu. Membiarkan mataku menggenggam matamu dalam jarak yang cukup dekat.

Untuk dua orang yang faktanya baru bertemu, aku menepikan egoku untuk berbaur dalam duniamu. Aku membiarkan setiap dinding dimensiku patah, melebur dengan dimensimu agar kamu merasa bahwa aku adalah bagianmu yang fana. Kuakui, aku bukan manusia yang pintar menyambut sebuah perjumpaan. Aku juga bukan manusia yang punya berbagai macam cara untuk memeluk perpisahan.

Bagiku, tertawa denganmu adalah kebahagiaan yang cukup kompleks. Aku tidak perlu alasan statis untuk bisa menggetarkan kotak tertawaku. Aku tidak perlu penampilan modis untuk menutup senyum bahagiaku. Aku membiarkan semuanya bertingkah dengan seharusnya. Menimbang bahwa aku memang hidup untuk tawamu. Menggenapi setiap senti senyum dan guyonan alamimu.

Aku tidak bisa memastikan kesan pertama yang kau dapatkan. Aku bahkan tidak ingin menanyakannya walaupun diam-diam. Biarlah itu menjadi rahasiamu. Biarlah setiap sudut hatimu yang menentukan apakah aku manusia yang pantas untuk kau setarakan. Biarlah aku menduga bahwa semua akan baik-baik saja walaupun mungkin sebaliknya.

Hatiku terkena gempa hebat. Bahkan masih cukup berantakan ketika aku menulis ini. Ketika dua tangan bertemu. Ketika dua pasang mata mulai merangkul. Dan ketika dua keutuhan jiwa dan raga berada di satu tempat. Akan ada hati yang bergerak cepat.

Pertemuan kita punya banyak saksi bisu. Seperti seorang ibu yang terduduk di kursi sebelahku. Tukang parkir tampan yang membantu kita mengeluarkan sepeda motor. Bahkan, bangunan yang membuat kita bertabrakan di dalamnya. Mereka suatu saat akan menggodaku. Membuatku mengingat kembali perjumpaanku denganmu yang dengan megahnya meninggalkan rasa manis.

Tetapi, aku tetap harus siap menepi. Harus siap untuk merasakan sepi. Aku akan menyanggupi jika memang pertemuan pertama kita ini adalah perjumpaan yang semu.

img_1446

Jika Tuhan pada akhirnya tidak menyatukanku denganmu, maka aku akan mengikuti rencana terbaik yang sudah digariskan pada nadiku. Aku tidak akan berusaha lagi merubah garis waktu yang sudah ditetapkan. Kali ini aku membiarkan keikhlasan menuntunku. Membawaku menjadi manusia baru.

Kuharap, sebuah kotak kecil yang kuberikan padamu sebelum akhirnya mata kita berhenti menatap, berhasil menuntaskan misinya untuk menemukan perasaan yang utuh. Biarlah kotak itu menemani setiap luka yang selama ini tidak kubagi denganmu. Akan kubiarkan juga kotak itu memenuhi kamarmu yang penuh dengan doaku.

Aku akan memahami semua yang nantinya akan terjadi. Terlepas dari kenyataan bahwa aku akan sakit kembali. Kuharap, kamu tetap menjadi pemandu senyumku. Jika tidak, tetap tidak apa-apa. Karena saat kotak itu berpindah ke tanganmu, aku percaya, ada sesuatu yang telah selesai.

 

Iklan

20 pemikiran pada “Ada Sesuatu yang Selesai

  1. awalnya gua malah gagal paham iya???…..hhhhhhhh :v

    tapi gua baca lagi dariatas, huahahaha paragraf ketiganya bikin gua baper….wkwkwkwkw

    semoga lo bisa move on ^_^

    Suka

  2. Hm. Kalau sudah begitu, artinya ikut berbahagia dengan kebagiannya saja. Semesta kan sudah berkonspirasi untuk kebahagiannya, meski bukan dengan kamu :))

    Btw, i do love your writing!

    Suka

  3. Ceritanya bikin sedih mas, tapi kok ada kotak tertawa jadi ingat sama spombob hehehe.

    Wih ada saksi bisu juga ya mengenai kebersamaan kalian, tukang parkirnya ganteng seperti siapa ya mas? Sama kamu gantengan mana? Hayoooo

    Semoga kamu selalu diberi kebahagiaan mas ya hehehe bertemu dengan gadis yang lain lagi
    lagi.

    Suka

  4. Mungkin kalo dijadikan cerpen bisa kali ya, atau mungkin novel mas.
    Pertama kali baca, gue secara pribadi excited. Walaupun tema yang diusung, terkesan biasa. Tentang patah hati or something like that, but yang membuat tulisan ini keren adalah dalam kalimat-kalimatnya disisipi kata per kata yang khas akan komedi. Seperti “Tukang parkir tampan yang membantu kita mengeluarkan sepeda motor”

    Suka

  5. aaaak aku memahami perasaan ini….
    Dan membaca ini aku semakin baper. Ayo tanggung jawab!
    Hahaha.
    Aku tidak akan berusaha lagi merubah garis waktu yang sudah ditetapkan.
    Seharusnya bukan garis waktu ettapi garis nasib atau takdir. Karena gimanapun kurang pas sih menurutku. Hehehe.
    Ayo berjuang untuk mengikhlaskan πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s