Kita adalah Awal

[ Februari 2012 ]

Aku tengah terbakar matahari ketika sosokmu datang menghampiri. Kau menatapku dalam, layaknya seseorang yang tengah menerka hati orang lain dalam diam. Jika kau ingin tahu, aku benci tatapanmu. Jangan tatap aku. Gunakan matamu yang indah itu untuk menerka keistimewaan duniamu. Aku hanya seorang lelaki berparas buruk; lelaki yang tak mengerti akan indahnya hidup. Jangan membuat bola matamu menghantuiku.

Lantas, bibir indahmu tergerak. Ada apa denganku, tanyamu.

Seketika, dinding diamku runtuh, segaris dengan senyum yang terlukis indah di wajahmu. Katakan, dari sekian banyak laki-laki yang bisa kau sapa dan kau tanya keadaannya, mengapa harus aku yang kau pilih? Duniaku tidak pernah baik-baik saja. Menanyakan keadaanku hanya akan membuatmu menggumam lirih.

1443702971500.jpg

Namun, entah bagaimana, kita saling bertukar nama. Kau menyimpan namaku dalam kepalamu. Sedangkan aku, menyimpan namamu dalam rongga dadaku. Seketika, duniaku kehilangan rotasi. Lewat ucapan kecilmu sebagai penutup pertemuan kita,  kau menancapkan duri tajam dalam dada.

Bagaimana bisa? Aku yang selama ini sangat benci pada semesta dan hubungan antar manusia, tiba-tiba merasakan debar hebat dalam dada. Apakah ini yang biasa orang sebut dengan cinta? Ah, cinta bagiku terlalu klise. Biarkan aku menyebut ini sebagai ‘rasa’ yang menggema.

Pertemuan kita terjadi dengan sangat biasa. Namun, apa yang tergerak di dalam dada—dan apa yang terjadi denganku setelahnya—sangatlah luar biasa. Untuk pertama kalinya, aku ingin percaya dan berada dalam hubungan antar manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s