Makhluk Penawar Pahit

[ April 2017 ]

Pernahkah kau merasa bahwa ‘pahit’ adalah teman baik di kala sulit?

Perlahan, kau mulai paham bahwa semesta adalah latar hidup yang kejam. Kau berulang kali disakiti; berulang kali dikhianati; berulang kali dipaksa untuk menghujam jantungmu sendiri. Bukankah menurut para pujangga, hidup ini indah? Jika benar, mengapa kau—dan aku—harus selalu terjun dalam lubang masalah?

Mungkin saja, kita menatap ke arah yang salah. Mungkin saja, kita terlalu buta untuk melihat semesta yang memalingkan wajah. Baik, itu adalah pembelaan yang menarik. Hanya saja, bukankah luka memang ditakdirkan untuk ada? Bagi sebagian orang yang hidup dalam keheningan panjang, luka adalah teman berjuang.

Kita tak bisa memilih ingin dihinggapi luka seperti apa. Kita hanya bisa menerima; membiarkan diri kita tercabik-cabik dan menyisakan lubang besar di dada. Jika sudah seperti ini, bagaimana cara melihat sisi baik yang telah disediakan oleh alam semesta?

‘Hidup bahagia selamanya’ tidak pernah ada. Begitu juga dengan ungkapan ‘bahagia hingga ujung usia’. Kata-kata itu hanya ungkapan; doa akan ketidakpastian—yang diam-diam—dipanjatkan.  Bahkan, dalam dongeng yang biasa kita dengar sebelum tidur, ‘hidup bahagia selamanya’ hanya dijadikan sebagai penutup cerita singkat saja. Siapa yang tahu, esok atau lusa, bahagia tak lagi mengetuk pintu rumah kita; tak lagi bertamu dan menyebarkan senyum lebar di penghujung waktu.

Dongeng tetaplah dongeng. ‘Akhir yang bahagia’ hanya menyisakan manis dalam benak pembaca, pendengar, dan penciptanya.

Di dunia nyata, semua kisah manusia berjalan dengan ketidakpastian yang menyerupai sebuah roda. Kadang, kau berada pada puncak bahagia. Kadang, kau terlindas hingga tak tersisa. Hidup adalah fatamorgana nyata—dengan sejumlah harapan sebagai penyebabnya.

Hidup memang pahit, sangat pahit. Hingga pada saatnya,  kau berjumpa dengan makhluk menakjubkan yang mampu mengubah getir manusia menjadi debar hebat di dada. Makhluk itu bernama Cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s