Bulan Ramadhan dan Kau

Ingatanku melayang pada tahun 2012; tahun di mana bulan Ramadhan punya arti khusus untukku.

Saat itu, aku harus berusaha untuk terus mengingat beberapa hal; waktu sahur, ucapan berbuka puasa, hingga pertanyaan seperti “kau sudah makan atau belum?”

Karena pertanyaan seperti itu selalu terlontar secara tiba-tiba; mengarah padamu yang jelas-jelas sedang berpuasa.

Aku memang tidak menjalankan ibadah puasa sepertimu. Agamaku dan agamamu berbeda. Namun entah mengapa, kita tetap baik-baik saja.

Aku sering menahan rasa laparku ketika harus menemanimu yang sedang berpuasa. Di sisi lain, kau juga selalu tahan mendengar ceritaku sepulang dari gereja.

Semua serba indah. Toleransi antar anak manusia—yang dilakukan oleh kita—benar-benar membuat bahagia.

Hingga akhirnya, kita sadar bahwa mau bagaimanapun, kita tetap harus satu; berada dalam ajaran yang sama untuk memuja Tuhan yang kita anggap berbeda nama.

Lalu, kita berpisah. Kita memilih untuk mengakhiri rasa yang kita punya sebelum luka yang lebih besar datang dan menembus dada.

Namun, kenangan perihal kita masih membekas. Terutama kenangan ketika kau mengingatkanku untuk pergi ke gereja dan aku mengingatkanmu untuk mengaji di kala senja.

Kita menjalankan kewajiban agama yang kita percaya tanpa saling menghina. Kita saling menjaga, atas nama perbedaan antar manusia.

Cinta? Ya.

Iklan

Satu pemikiran pada “Bulan Ramadhan dan Kau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s