DESIR KAPAL: Kita dan Bahasa

Dengan caramu, kau memintaku untuk mengajarimu. Adalah bahasa inggris yang membuatmu datang dengan manis. Adalah rasaku yang membuatku mengangguk dan setuju. Mengapa dari sekian banyak lelaki yang bisa mengajarimu, kau memutuskan untuk memilihku? Pertanyaan itu tak pernah terjawab walau aku sudah berulang kali menatap matamu. Entah mengapa, selalu ada awan gelap yang menjaga bola matamu—yang…

DESIR KAPAL: Prolog

Tepat tengah malam, seorang teman bertanya, mengapa aku tak pernah menceritakan kisah cintaku yang—tanpa kusangka—ia anggap istimewa? Lalu kubilang padanya, kisah cinta macam apa? Kisah cinta yang mana? Ternyata yang ia maksud adalah kisahku dulu; cerita tentang bagaimana pergolakan masa muda dengan hebat membawaku. Setelah aku paham maksudnya, ia mulai menceritakan apa yang dulu ia…

Anhedonia (Bagian 2)

Setelah mengurangi aktivitas ‘dunia maya’, aku terjun kembali dalam perbincangan dunia nyata. Aku bertemu dengan beberapa teman yang sudah beberapa tahun ini kuabaikan. Aku kembali menumpahkan pemikiran dengan bercerita lewat nada dan tatapan mata. Aku kembali mendengar tawa asli manusia, yang tak berupa ‘wkwkwk’ atau ‘LOL’. Aku tak lagi memeriksa ponsel ketika temanku sedang berbicara—kecuali…

Anhedonia (Bagian 1)

Selama beberapa minggu—atau bulan—terakhir ini, aku kehilangan ambisi; kehilangan bahagia yang selama ini bisa kudapatkan dengan cuma-cuma. Aku yang selalu menempatkan ‘menulis’ di media sosial sebagai cara menghibur diri sendiri, perlahan mulai kehilangan esensi. Maka, aku ingin bercerita sedikit mengenai sebuah ‘jeda’. Siapa tahu, ada di antara kalian yang merasakan hal yang sama. Sejak awal…

Ceracau Awan

Beberapa tangan diciptakan untuk tidak saling menggenggam. Bahkan, ada beberapa tangan yang diciptakan untuk saling menikam. Langit sedang dipenuhi keraguan ketika kau dan aku memutuskan untuk terlibat dalam perbincangan. Sudah lama tak bertemu, katamu. Sudah lama tak terganggu, kataku. Pertemanan kita memang unik. Keakraban kita terbangun seiring rasa yang kerap menyajikan rintik. Sejak pertama kali…

Metekohy

Ada beberapa hal yang ingin kubunuh secara perlahan, seperti keinginan menulis, kemampuan membaca, hingga keinginan menjalin rasa. Tetapi, akan jadi apa aku tanpa membaca dan menulis? Jika sejak awal aku tak menumpahkan rasaku dalam tulisan, mungkin kau sudah menemukanku terbakar di pinggir pemakaman; terkulai lemas karena rongga dada yang meledak. Setelah bertahun-tahun, menulis menjadi sepenting…

Terhujani Api

Aku pernah melakukan kesalahan fatal; membuat beberapa orang menganggapku sebagai pemuda nakal. Padahal, jika aku tak salah ingat—dan tak terlalu angkuh untuk menerka kembali—, sebenarnya kesalahanku itu hanya kulakukan satu kali. Tetapi inilah dunia. Sekali saja seorang manusia bertindak sesukanya, maka tindakan itu akan terekam dalam kepala manusia lainnya. Aku tak bisa menyalahkan manusia lainnya.…