Terhujani Api

Aku pernah melakukan kesalahan fatal; membuat beberapa orang menganggapku sebagai pemuda nakal.
Padahal, jika aku tak salah ingat—dan tak terlalu angkuh untuk menerka kembali—, sebenarnya kesalahanku itu hanya kulakukan satu kali.

Tetapi inilah dunia. Sekali saja seorang manusia bertindak sesukanya, maka tindakan itu akan terekam dalam kepala manusia lainnya.

Aku tak bisa menyalahkan manusia lainnya. Aku tak bisa menyalahkan suasana. Apalagi menyalahkan iblis—yang selalu saja dijadikan tempat manusia untuk menyumpah dengan bengis.

Aku memang salah. Memang aku yang sudah secara sadar melewati batas wajar.

Maka, kujadikan ini sebagai bahan untuk belajar; pengingat untuk tak lagi bersikap kurang ajar.

Walaupun anggapan orang lain terhadapku takkan bisa kubenahi, setidaknya aku berusaha untuk tidak mengulangi.

Ini sesal. Ini kekal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s