REPERTOAR (1)

Aku percaya bahwa setiap orang memiliki titik balik—sebuah kejadian luar biasa yang dapat mengubah cara seseorang dalam menjalani hidup untuk selamanya. Titik balik dapat datang tiba-tiba tanpa peduli apakah kita masih perlu waktu untuk mencerna. Seperti titik balik yang kualami, misalnya. Titik balik yang kualami belum lama terjadi. Namun, berhasil memberikan cukup banyak pelajaran untuk…

Curahan Perasaan Selama Satu Bulan

Selama kurang lebih satu bulan ini, aku sengaja menghilang dari blog; sengaja memberi jeda menulis di tempat yang sudah kuanggap ruang pribadiku ini. Alasanku menghilang cukup menyebalkan, sebenarnya. Aku menghilang setelah mengalami patah hati yang menurutku tidak biasa. Ya, karena itu saja. Ada seorang perempuan yang membuatku jatuh dan hancur dengan hebatnya. Tetapi tidak apa-apa. Karena…

Ada Sesuatu yang Selesai

Akhirnya waktu berpihak padaku. Atau mungkin, ia memang sudah seharusnya menyetujui perjumpaan dua anak manusia yang sudah satu tahun ini bercerita. Siapa lagi dua anak manusia itu kalau bukan aku dan kamu. Spesies yang berasal dari planet yang berbeda. Aku masih susah mendefinisikan perkenalan yang telah kita alami. Aku bahkan masih membantah bahwa relung ini…

Untuk Sahabat & Mereka Yang Lupa Daratan

Layaknya cuaca, orang bisa cepat berubah. Sedih rasanya, melihat orang yang sudah lama kukenal, sahabat, berubah karena suatu penyakit. Penyakit  yang ia sebut cinta. Cinta seperti obat-obatan. Bahaya dikonsumsi berlebihan. Overdosis. Juga seperti narkoba, sekali terlarut, akan lupa segalanya. Dan kurasa, sangat tidak sehat jika cinta pada seorang manusia, lebih besar daripada cinta pada sang Pencipta. Sangat tidak…

Cuma Patah

2012. “Nanti aku mau ngomong.” katanya sambil merogoh isi tasnya. “Mau ngomong apa?” kataku. “Nanti aja, pas pulang.” katanya sambil menyodorkan buku yang ia pinjam. “Yaudah.” Hari itu adalah hari kamis pagi.  Aku membawa sepeda motor baru yang belum ada plat nomornya dan tanpa sengaja bertemu dia di gerbang sekolah. Sudah beberapa tahun sejak hari…

Untuk Wanita Manis yang Kini Menghilang

Hai, wanita manis yang sempat menjadi lamunan. Jika aku bertanya mengapa kau berubah, apakah kau akan menjawab?Jika tidak, biarkan aku sendiri yang menyimpulkan lewat tulisan ini. Aku awali semua dengan terima kasih. Kamu sudah mau datang di saat-saat aku sedang memperjuangkan dia. Percayalah, sifat riangmu sudah membantuku melewati kegilaan karena dia. Jika tidak ada kamu…

‘Kamu’ yang Ada di Semester Tiga

  Aku rasa hujan dan situasi tadi pagi sudah menyusun rencana hebat untuk memukul ingatanku hari ini. Aku baru saja bertemu seseorang yang mirip denganmu. Iya, kamu. Tadi pagi, ada seorang wanita berwajah manis yang dengan santunnya menyapa setiap orang yang bertatapan dengannya. Termasuk aku. Sapaan yang membuatku terdiam selama beberapa detik. Bagaimana aku tidak terdiam, senyumnya…