DESIR KAPAL: Persinggahan Terjahatmu

Aku adalah tempat singgahmu ketika dunia menghitamkan bahagia. Aku adalah ruang sesalmu ketika bumi memutar arahnya. Aku adalah bagian kosong, yang hanya kau isi ketika duka tengah memelukmu dengan sengaja. Kau hanya datang ketika luka berusaha mengoyak kepala; merubuhkan sisi positif manusia. Sementara manusia lainnya mulai memahami arti ‘biarkan saja’, aku tetap menjadi lelaki yang…

DESIR KAPAL: Kita dan Bahasa

Dengan caramu, kau memintaku untuk mengajarimu. Adalah bahasa inggris yang membuatmu datang dengan manis. Adalah rasaku yang membuatku mengangguk dan setuju. Mengapa dari sekian banyak lelaki yang bisa mengajarimu, kau memutuskan untuk memilihku? Pertanyaan itu tak pernah terjawab walau aku sudah berulang kali menatap matamu. Entah mengapa, selalu ada awan gelap yang menjaga bola matamu—yang…

DESIR KAPAL: Prolog

Tepat tengah malam, seorang teman bertanya, mengapa aku tak pernah menceritakan kisah cintaku yang—tanpa kusangka—ia anggap istimewa? Lalu kubilang padanya, kisah cinta macam apa? Kisah cinta yang mana? Ternyata yang ia maksud adalah kisahku dulu; cerita tentang bagaimana pergolakan masa muda dengan hebat membawaku. Setelah aku paham maksudnya, ia mulai menceritakan apa yang dulu ia…