Ceracau Awan

Beberapa tangan diciptakan untuk tidak saling menggenggam. Bahkan, ada beberapa tangan yang diciptakan untuk saling menikam. Langit sedang dipenuhi keraguan ketika kau dan aku memutuskan untuk terlibat dalam perbincangan. Sudah lama tak bertemu, katamu. Sudah lama tak terganggu, kataku. Pertemanan kita memang unik. Keakraban kita terbangun seiring rasa yang kerap menyajikan rintik. Sejak pertama kali…

Aku, Bentangan Kilometer, dan Sakit Kepala

Sungguh, perjalanan ini terlalu manis untuk dilewatkan. Walau hanya diisi oleh debu jalanan, kekhawatiran akan habisnya bahan bakar, hingga sakit kepala yang tak kunjung reda, perjalanan ini masih terasa manis. Karena ketika lelahku mulai memasuki lubang duka, wajahmu terlintas dalam kepala; menggores kembali ruang kosong yang sudah lama tak kuketahui kondisinya. Perjalanan ini mungkin tak…

Kita adalah Awal

[ Februari 2012 ] Aku tengah terbakar matahari ketika sosokmu datang menghampiri. Kau menatapku dalam, layaknya seseorang yang tengah menerka hati orang lain dalam diam. Jika kau ingin tahu, aku benci tatapanmu. Jangan tatap aku. Gunakan matamu yang indah itu untuk menerka keistimewaan duniamu. Aku hanya seorang lelaki berparas buruk; lelaki yang tak mengerti akan…

Mata yang Berbicara

[ Maret 2012 ] Kucari dirimu di kala senja sedang menukik tajam. Entah mengapa, ada satu hasrat untuk menemuimu dalam diam. Kepalaku sudah beberapa kali kutepuk dengan telapak tanganku, namun bayangmu tetap menghantui hari-hariku. Jika ini yang disebut dengan ‘cinta’, mengapa aku merasa sangat tersiksa? Kudengar, ketika manusia jatuh cinta, mereka akan merasakan bahagia yang…

Makhluk Penawar Pahit

[ April 2017 ] Pernahkah kau merasa bahwa ‘pahit’ adalah teman baik di kala sulit? Perlahan, kau mulai paham bahwa semesta adalah latar hidup yang kejam. Kau berulang kali disakiti; berulang kali dikhianati; berulang kali dipaksa untuk menghujam jantungmu sendiri. Bukankah menurut para pujangga, hidup ini indah? Jika benar, mengapa kau—dan aku—harus selalu terjun dalam…

Penghuni Tangga

Katakan, apakah aku harus menjadi penghuni tangga untuk bisa selalu bertemu denganmu yang pernah kupuja? Jika harus seperti itu, pastikan kau mengenakan senyum teramahmu. Aku takkan memberimu gombalan kecil atau rayuan yang  nakal. Karena faktanya, aku tak pernah menganggap dan memandangmu secara ‘dangkal’. Aku sudah cukup bahagia dengan pertemuan kita walau kita tak bertegur sapa.…

Laras

Laras, ada banyak alasan mengapa kau masih saja menetap dalam ingatan. Aku tahu, menempatkanmu dalam tulisanku adalah salah satu hal yang kau larang sejak dulu. Kau tak suka dilibatkan dalam hal-hal yang akan kupublikasikan. Kau lebih suka jika aku menyimpanmu dalam kepalaku; dalam ruangan yang dindingnya bertuliskan namamu. Tetapi, untuk kali ini, izinkan aku tak…